RSS

Satu Janj i


3 september 1 bulan yang lalu.
Aku mengucapkan pamit meninggalkanmu.
Bukan untuk selamanya, tapi hanya sementara waktu.
Pergi untuk kembali kepadamu.

Aku bawa cinta sayangmu
Aku jaga setia kasihmu

Ku titipkan hatiku
Ku titipkan janjiku

Saat aku kembali nanti
Aku akan datang menjemputmu
Untuk membangun impian
Sebuah ikatan kisah penuh cinta
Sebuah keluarga penuh kasih sayang

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 8 Desember 2013 in kumpulan puisi

 

pH Larutan Penyangga


Dalam suatu larutan penyangga, terjadi reaksi kesetimbangan dari asam lemah maupun dari basa lemah penyusunnya. Harga pH larutan penyangga akan bergantung pada harga Ka dari asam lemah dan Kb dari basa lemah serta perbandingan konsentrasi asam lemah dengan basa konjugatnya maupun perbandingan konsentrasi basa lemah dengan asam konjugatnya.

 

  1. Penghitungan pH Larutan Penyangga Asam

Larutan penyangga asam terdiri dari campuran asam lemah dan basa konjugasinya. Contohnya adalah campuran 100 ml larutan asam asetat(CH3COOH) dan 100 ml larutan CH3COONa. Sebelum kita menetukan bagaimana cara menentukan pH larutan penyangga tersebut kita harus terlebih dahulu mengidentifikasi komponen apa saja yang berada campuran.


Pada Tabung I berisi larutan CH3COOH dimana di dalam air akan terionisasi membentuk kesetimbangan sebagai berikut:

 


 

Dengan nilai Ka CH3COOH yang kecil maka jumlah ion CH3COO-
dan ion H+
sangat kecil jika dibandingkan dengan jumlah molekul CH3COOH.

Pada tabung II berisi larutan CH3COONa yang tergolong garam dan akan terurai sempurna di dalam air membentuk ion-ionnya.

 


 

Pada tabung III yang merupakan campuran dari tabung I dan II merupakan larutan penyangga yang akan dihitung pH-nya. Nilai pH dapat dihitung dari konsentrasi H+ dari asam asetat. Perlu diingat bahwa di dalam larutan tersebut terjadi kesetimbangan sehingga nilai pH dapat dihitung berdasarkan konsep kesetimbangan yang pernah dipelajari pada Bab sebelumnya. Penghitungan pH Larutan Penyangga asam adalah sebagai berikut:

 




 

 

Jika ditinjau dari reaksi yang terjadi di dalam larutan penyangga, konsentrasi CH3COOH dapat dianggap tetap karena hanya sedikit CH3COOH yang terionisasi. Akibat dari hal tersebut, maka jumlah ion CH3COO- dapat dianggap hanya berasal dari garam CH3COONa (jumlah ion CH3COO
dari CH3COOH dapat diabaikan). Secara umum rumus untuk menghitung H+ dari larutan penyangga asam adalah sebagai berikut:

 




 

 

Agar lebih jelas perhatikanlah contoh-contoh di bawah ini:

Contoh 1:

100 mL larutan CH3COOH 0.1 M dicampur dengan 100 mL larutan CH3OONa 0.1 M. Ka CH3COOH = 1.8x10-5. Hitung pH larutan penyangga tersebut!

Jawab:

Langkah awal yang harus dilakukan adalah menentukan mol dari masing-masing komponen penyangga:

Mol CH3COONa    = M x V

= 0.1 mol/L x 0,1 L

= 0.01 mol


Mula2 0.01 mol     –      -

Terurai     0.01 mol    0.01 mol 0.01 mol

Setimbang 0        0.01 mol 0.01 mol

Mol CH3COO-     = 0.01 mol

Mol CH3COOH     = M x V

= 0.1 mol/L x 0,1 L

= 0.01 mol

Mol CH3COO-     = 0.01 mol (berasal
CH3COONa)


Mula2    0.01 mol     –     0.01mol

Reaksi    x         x        x    

Setimbang 0.01 – x =     x        0.01+ x=

0.01 Mol            0.01 Mol














 

Sebagai latihan coba kerjakan LKS hal 36 Uji Kompetensi nomor 2.

 

Contoh 2:

100 mL larutan CH3COOH 0.1 M dicampur dengan 50 mL larutan NaOH 0.1 M. Ka CH3COOH = 1.8 x 10-5. Hitung pH larutan tersebut!

Jawab:

Langkah awal yang harus dilakukan adalah menentukan mol dari masing-masing komponen:


M: 10 mmol    5 mmol        –        -

B : 5 mmol    5 mmol        5 mmol        5 mmol

S : 5 mmol    0 mmol        5 mmol        5 mmol

 

Di dalam larutan campuran terdapat asam lemah dan basa konjugasinya.

 

Mol CH3COONa    = 5 mmol


5 mmol 5 mmol 5 mmol

 


Mula2    5 mmol         –     5 mmol

Reaksi    x         x        x    

Setimbang 5 – x =5 mmol     x        5+ x=5 mmol

 







 





 




 

Sebagai latihan coba kerjakan LKS hal 36 Uji Kompetensi nomor 4.

 

  1. Penghitungan pH Larutan Penyangga Basa

Larutan penyangga basa terdiri dari campuran basa lemah dan asam konjugasinya. Contohnya adalah campuran 100 ml larutan NH3 dan100 ml larutan NH4Cl. Sebelum kita menetukan bagaimana cara menentukan pH larutan penyangga tersebut kita harus terlebih dahulu mengidentifikasi komponen apa saja yang berada campuran.


Pada Tabung I berisi larutan NH3dimana di dalam air akan terionisasi membentuk kesetimbangan sebagai berikut:



Dengan nilai Kb NH3
yang kecil maka jumlah ion NH4+
dan ion OH-
sangat kecil jika dibandingkan dengan jumlah molekul NH3.

Pada tabung II berisi larutan NH4Cl yang tergolong garam dan akan terurai sempurna didalam air membentuk ion-ionnya.


Pada tabung III yang merupakan campuran dari tabung I dan II merupakan larutan penyangga yang akan dihitung pH-nya. Nilai pOH dapat dihitung dari konsentrasi OH- dari NH3. Perlu diingat bahwa di dalam larutan tersebut terjadi kesetimbangan sehingga nilai pOH dapat dihitung berdasarkan konsep kesetimbangan yang pernah dipelajari pada Bab sebelumnya. Penghitungan pOH Larutan Penyangga basa adalah sebagai berikut:




 

Jika ditinjau dari reaksi yang terjadi di dalam larutan penyangga, konsentrasi NH3
dapat dianggap tetap karena hanya sedikit NH3
yang terionisasi. Akibat dari hal tersebut, maka jumlah ion NH4+
dapat dianggap hanya berasal dari garam NH4Cl
(jumlah ion NH4+dari NH3
dapat diabaikan). Secara umum rumus untuk menghitung OH- dari larutan penyangga basa adalah sebagai berikut:





 

Agar lebih jelas perhatikanlah contoh-contoh di bawah ini:

Contoh 1:

100 mL larutan NH4OH 0.1 M dicampur dengan 100 mL larutan NH4Cl 0.1 M. Kb NH4OH = 1,8 x 10-5. Hitung pH larutan penyangga tersebut!

Jawab:

Langkah awal yang harus dilakukan adalah menentukan mol asam lemah dan basa konjugasinya:

 

Mol NH4Cl    = M x V

        = 0.1 mol/L x 0.1 L

        = 0.01 mol

 


Mula2 0.01 mol     –      -

Terurai     0.01 mol    0.01 mol 0.01 mol

Setimbang 0        0.01 mol 0.01 mol

Mol NH4+     = 0.01 mol

Mol NH4OH    = M x V

        = 0.1 mol/L x 0.1 L

        = 0.01 mol


Mula2    0.01 mol     0.01 mol    -

Reaksi    x         x        x    

Setimbang 0.01 – x =     x        0.01+ x=

0.01 Mol            0.01 Mol




 




 











Sebagai latihan coba kerjakan LKS hal 37 nomor 12.

 

Contoh 2:

100 mL larutan NH4OH 0.1 M dicampur dengan 50 mL larutan HCl 0.1 M. Kb NH3 = 1.8 x 10-5. Hitung pH larutan tersebut!

Jawab:

Langkah awal yang harus dilakukan adalah menentukan mol dari masing-masing komponen:


M: 10 mmol    5 mmol    –        -

B : 5 mmol    5 mmol    5 mmol    5 mmol

S : 5 mmol    0 mmol    5 mmol    5 mmol

 

Di dalam larutan campuran terdapat asam lemah dan basa konjugasinya.

 

Mol NH4Cl     = 5 mmol


5 mmol 5 mmol 5 mmol

 


Mula2    5 mmol     –     5 mmol

Reaksi    x         x        x    

Setimbang 5 – x =5 mmol x    5+ x=5 mmol

 







 





 




Sebagai latihan coba kerjakan LKS hal 36 Uji Kompetensi nomor 3.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 22 Februari 2012 in Uncategorized

 

Peranan Larutan Penyangga Dalam Tubuh Makhluk Hidup


Kebanyakan reaksi-reaksi biokimia dalam tubuh makhluk hidup hanya dapat berlangsung pada pH tertentu. Oleh karena itu, cairan tubuh harus merupakan larutan penyangga agar pH senantiasa konstan ketika metabolisme berlangsung. Dalam keadaan normal, pH dari cairan tubuh termasuk darah kita adalah 7,35 – 7,5. Walaupun sejumlah besar ion H+ selalu ada sebagai hasil metabolisme dari zat-zat, tetapi keadaan setimbang harus selalu dipertahankan dengan jalan membuang kelebihan asam tersebut. Hal ini disebabkan karena penurunan pH sedikit saja menunjukkan keadaan sakit.

Larutan penyangga sangat berperan dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa fungsi larutan penyangga dalam kehidupan dapat kalian pelajari pada uraian di bawah ini.

pH darah tubuh manusia berkisar antara 7,35-7,45. pH darah tidak boleh kurang dari 7,0 dan tidak boleh melebihi 7,8 karena akan berakibat fatal bagi manusia. Organ yang paling berperan untuk menjaga pH darah adalah paru-paru dan ginjal. Kondisi di mana pH darah kurang dari 7,35 disebut asidosis. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kondisi asidosis antara lain penyakit jantung, penyakit ginjal, kencing manis, dan diare yang terus-menerus. Sedangkan kondisi di mana pH darah lebih dari 7,45 disebut alkolosis. Kondisi ini disebabkan muntah yang hebat, hiperventilasi (kondisi ketika bernafas terlalu cepat karena cemas atau histeris pada ketinggian). Untuk menjaga pH darah agar stabil, di dalam darah terdapat beberapa larutan penyangga alami, yaitu:

a. Penyangga hemoglobin

Oksigen merupakan zat utama yang diperlukan oleh sel tubuh yang didapatkan melalui pernapasan. Oksigen diikat oleh hemoglobin di dalam darah, di mana O2 sangat sensitif terhadap

pH. Reaksi kesetimbangan yang terjadi dapat dituliskan sebagai berikut.

HHb+ + O2
H+ + HbO2

Produk buangan dari tubuh adalah CO2-
yang di dalam
tubuh bisa membentuk senyawa H 2CO3 yang nantinya akan
terurai menjadi H+ dan HCO3-. Penambahan H+ dalam tubuh
akan mempengaruhi pH, tetapi hemoglobin yang telah
melepaskan O2 dapat mengikat H+ membentuk asam hemoglobin(HHb+).

b. Penyangga karbonat

Penyangga karbonat juga berperan dalam mengontrol pH darah. Reaksi kesetimbangannya adalah:

H+(aq) + HCO3-(aq)
H2CO3(aq)
H2O(aq) + CO2(aq)

Perbandingan molaritas HCO3- terhadap H2CO3 yang diperlukan untuk mempertahankan pH darah 7,4 adalah 20:1. Jumlah HCO3
- yang relatif jauh lebih banyak itu dapat dimengerti karena hasil-hasil metabolisme yang diterima darah lebih banyak bersifat asam.

c. Penyangga fosfat

Penyangga fosfat merupakan penyangga yang berada di dalam sel. Penyangga ini adalah campuran dari asam lemah H2PO4- dan basa konjugasinya, yaitu HPO42-. Jika dari proses metabolisme sel dihasilkan banyak zat yang bersifat asam, maka akan segera bereaksi dengan ion HPO42-

HPO42-(aq) + H+(aq) H2PO4-(aq)

Dan jika proses metabolism sel menghasilkan senyawa yang bersifat basa, maka ion OH- akan bereaksi dengan H2PO4-.

H2PO4-(aq) + OH-(aq) HPO42-(aq) + H2O(l)

Sehingga perbandingan [H2PO4- ] / [HPO42-] selalu tetap dan akibatnya pH larutan tetap.Penyangga ini juga ada di luar sel, tetapi jumlahnya sedikit. Selain itu, penyangga fosfat juga berperan sebagai penyangga urin.

Apabila mekanisme pengaturan pH dalam tubuh gagal, seperti dapat terjadi selama sakit, sehingga pH darah turun di bawah 7,0 atau naik ke atas 7,8, dapat menyebabkan kerusakan

permanen pada organ tubuh atau bahkan kematian. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan keadaan

asidosis (penurunan pH) adalah penyakit jantung, penyakit ginjal, diabetes mellitus (penyakit gula), diare yang terus menerus, atau makanan berkadar protein tinggi dalam jangka waktu lama. Keadaan asidosis sementara dapat terjadi karena olahraga intensif yang dilakukan terlalu lama. Alkalosis

(peningkatan pH darah) dapat terjadi sebagai akibat muntah yang hebat, hiperventilasi (bernapas terlalu berlebihan, kadang-kadang karena cemas atau histeris atau berada di ketinggian). Suatu penelitian yang dilakukan terhadap para pendaki gunung yang mencapai puncak Everest (8.848 m) tanpa oksigen tambahan menunjukkan pH darah mereka berada di antara 7,7–7,8. Hiperventilasi diperlukan untuk mengatasi tekanan oksigen yang amat rendah (kira-kira 43 mmHg) di tempat setinggi itu.

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada 22 Februari 2012 in Uncategorized

 

Abstrak Media Pembelajaran


 

Priyandika, Tulus Kusuma. 2012. Pengembangan Tabel Periodik Unsur Digital Berbasis Komputer Menggunakan Macromedia Flash 8. Proposal. Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Munzil, S. Pd, M. Si. (2) Drs. Ida Bagus Suryadharma, M. S.

 

Kata Kunci: Tabel Periodik, Macromedia Flash 8, 4-D Models

 

Perkembangan ICT(information Comunication Technology) yang semakin pesat menyebabkan perkembangan hardware dan software komputer. Perkembangan software komputer memungkinkan dikembangkan suatu tabel periodik digital yang mampu memberikan banyak informasi. Software komputer yang digunakan adalah Macromedia Flash 8. Dengan menggunakan Macromedia Flash 8 dapat dikembangakan tabel periodik yang mampu memuat berbagai informasi yang diharapkan dapat membantu siswa dan guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Tabel periodik yang dikembangkan mempunyai berbagai kelebihan jika dibandingkan dengan tabel periodik konvensional yang selama ini telah ada. Tabel periodik yang dikembangkan memuat informasi mengenai sifat kimia dan fisika, kegunaan, gambar, konfigurasi elektron, dan beberapa video reaksi unsur dengan udara, air, asam, dan basa. Tabel periodik yang dikembangkan juga dilengkapi dengan materi tentang sejarah tabel periodik, sifat keperiodikan unsur, dan aturan-aturan penulisan konfigurasi elektron. Pada masing-masing materi terdapat latihan soal yang dapat digunakan siswa sebagai sarana latihan untuk menguji pemahaman tentang materi yang telah dipelajari serta kuis pada masing-masing akhir materi untuk menguji pemahaman siswa yang dapat diketahui dari skor yang diperoleh siswa dalam mengerjakan semua soal kuis. Tabel periodik yang dikembangkan juga dilengkapi dengan link internet yang dapat digunakan untuk menambah pengetahuan tentang materi yang diberikan dari dunia internet.

Tabel periodik yang dikembangkan merupakan media pembelajaran yang dapat digunakan siswa maupun guru dalam membantu kegiatan pembelajarn. Media pembelajaran adalah sebuah sarana pengantar pesan atau informasi yang akan disampaikan kepada siswa. Dalam kegiatan pembelajaran kehadiran sebuah media akan sangat membantu siswa memahami materi yang disampaikan sehingga tujuan pembelajaran akan lebih mudah tercapai. Penggunaan software
Macromedia Flash 8 dalam pengembangan tabel periodik memungkinkan untuk ditambahkan animasi agar tabel periodik yang dikembangakan semakin menarik.

Metode pengembangan yang digunakan dalam pengembangan tabel periodik digital adalah model pengembangan Thiagarajan yang dikenal dengan 4-D ModelsModel pengembangan ini terdiri dari 4 tahap pengembangan yaitu tahap pendefinisian (define), tahap perancangan(design), tahap pengembangan(develop), dan tahap penyebaran(disseminate). Pada tahap pengembangan media dilakukan uji validitas untuk materi dan media dengan menggunakan angket validasi. Validator media adalah dosen ahli media dan ahli materi serta dua orang guru yang telah berpengalaman mengajar serta pernah menggunakan media pembelajaran saat mengajar. Media yang sudah divalidasi akan dilakukan uji terbatas pada siswa untuk mengetahui tingkat kelayakan media.

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada 22 Februari 2012 in Uncategorized

 

Soal titrasi asam basa


SOAL LATIHAN TITRASI ASAM BASA

  1. Dari 1 gram NaOH (Mr = 40 g/mol) akan dihasilkan larutan NaOH 0,25 M sebanyak . .
  2. Larutan dengan pH = 12 dibuat dengan melarutkan x gram NaOH dalam air sampai 500 mL. besarnya x adalah . . .
  3. Massa jenis H2SO4 pekat 49 % adalah 1,3 g/mL (Mr H2SO4 = 98 g/mol). Untuk memperoleh 260 mL larutan H2SO4 0,05 M diperlukan H2SO4 pekat sebanyak . . .
  4. Konsentrasi larutan asam formiat HCOOH 4,6% massa dengan massa jenis 1,01 g/mL adalah . . . (Ar H = 1, C = 12, dan O =16)
  5. Untuk mengubah 40 mL larutan H2SO4 6 M menjadi H2SO4 5 M diperlukan tambahan air sebanyak . . .
  6. Sebanyak 250 mL asam asetat 0,5 M ditambah 500 mL asam yang sama dengan konsentrasi 0,25 M dan kemudian ditambah 250 mL air, maka molaritas asam asetat akan menjadi . . .
  7. Berikut data hasil titrasi larutan HCl dengan NaOH 0,1 M.

    Percobaan

    V HCl

    V NaOH

    1

    20 mL

    15 mL

    2

    20 mL

    16 mL

    3

    20 mL

    14 mL

    Berdasarkan data tersebut maka:

    a. konsentrasi larutan HCl . . .

    b. kadar larutan HCl tersebut jika massa jenis larutan tersebut adalah 1,12 g/mL . . .

  8. Sebanyak 40 mL larutan H2SO4 tepat dinetralkan oleh 60 mL larutan NaOH 0,1 M. Konsentrasi larutan H2SO4 tersebut adalah . .
  9. Sebanyak 150 mL larutan asam sulfat 0,2 M jika dicampurkan dengan 100 mL asam sulfat 0,3 maka konsentrasinya menjadi . . .
    1. Jika 20 mL asam fosfat H3PO4 0,1 M ditirasi dengan larutan NaOH 0,2 M hingga tepat berubah menjadi HPO42- maka volume basa yang diperlukan adalah . . .
    2. Suatu larutan asam monovalen mempunyai pH 1. berapa gram NaOH padat (Mr = 40) harus ditambahkan pada satu liter larutan ini, untuk menaikkan pHnya menjadi 3 ?


       

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada 22 Februari 2012 in Uncategorized

 

LARUTAN PENYANGGA(BUFFER, DAPAR)


  1. Pengertian

    Larutan penyangga adalah larutan yang mampu mempertahankan harga pH walaupun ditambah dengan sedikit asam, basa, atau dilakukan pengenceran. Sedangkan jika larutan bukan penyangga ditambah sedikit asam, basa, atau pengenceran maka pH akan berubah dengan drastis.

    Perhatikan tabel larutan berikut:

Larutan

pH Awal

pH setelah ditambah sedikit asam

pH setelah ditambah sedikit basa

pH setelah ditambah sedikit air

A

4

3.73

4.23

4.12

B

4

1.22

8.34

7.67

C

8

5.67

12.45

11.12

D

8

7.67

8.32

8.17

Dari tabel diatas larutan manakah yang merupakan larutan penyangga?


 

Dalam mempertahankan harga pH, larutan penyangga mempunyai suatu kapasitas. Jadi tidak selamanya larutan penyangga dapat mempertahankan harga pH nya. Rentang dimana suatu larutan penyangga dapat mempertahankan harga pH-nya disebut kapasitas larutan penyangga.

  1. Larutan Penyangga

    Larutan penyangga terdiri dari dua macam, yaitu larutan penyangga asam dan larutan penyangga basa. Lebih jelasnya perhatikan reaksi dibawah ini:

    1. Larutan Penyangga Asam

      Larutan penyangga asam terdiri dari asam lemah dan basa konjugasinya.

      Sebagai latihan coba isilah titik-titik pada tabel berikut:

No.

Asam Lemah

Basa Konjugasi

No

Asam Lemah

Basa Konjugasi

1.

CH3COOH

CH3COO-

4.

HCO3-

2.

HCN

5.

F-

3.

HCOOH

6.

H2PO4-

Contoh larutan penyangga asam:

100 mL larutan CH3COOH 0.1 M dicampur dengan 100 mL larutan CH3COONa 0,1 M.

Ka CH3COOH = 1.7 × 10-5

    

Mula2        …            …        …

Reaksi        …            …        …     

Setimbang    …            …        …

Berapakah konsentrasi H+, CH3COOH, dan CH3COO-?


 


Mula2        …     …        …

Reaksi        …     …        …     

Setimbang    …      …        …


 

Bandingkan [H+] dengan [Na+] dan [CH3COO-]1 dengan [CH3COO-]2

Manakah yang mempunyai konsentrasi lebih besar?

 

Dari contoh diatas coba sebutkan senyawa apa saja yang terdapat di dalam larutan penyangga:



  1. Larutan Penyangga Basa

    Larutan penyangga basa terdiri dari basa lemah dan asam konjugasinya.

    Contoh larutan penyangga basa:

    100 mL larutan NH4OH 0.1 M dicampur dengan 100 mL larutan NH4Cl 0.1 M. K NH4OH = 1.8 x 10-5.

        

    Mula2        …     …        …

    Reaksi        …     …        …     

    Setimbang    …      …        …

    Berapakah konsentrasi NH4+, NH4OH, dan OH- ?


     


    Mula2        …     …        …

    Reaksi        …     …        …     

    Setimbang    …      …        …


 

Bandingkan [Cl-] dengan [Cl-] dan [NH4+]1 dengan [NH4+]2

Manakah yang mempunyai konsentrasi lebih besar?

    

Dari contoh diatas coba sebutkan senyawa apa saja yang terdapat di dalam larutan penyangga basa:


 

 

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 22 Februari 2012 in Uncategorized

 

pH Larutan Penyangga


Dalam suatu larutan penyangga, terjadi reaksi kesetimbangan dari asam lemah maupun dari basa lemah penyusunnya. Harga pH larutan penyangga akan bergantung pada harga K dari asam lemah dan K dari basa lemah serta perbandingan konsentrasi asam lemah dengan basa konjugatnya maupun perbandingan konsentrasi basa lemah dengan asam konjugatnya.

  1. Penghitungan pH Larutan Penyangga Asam

Larutan penyangga asam terdiri dari campuran asam lemah dan basa konjugasinya. Contohnya adalah campuran 100 ml larutan asam asetat(CH3COOH) dan 100 ml larutan CH3COONa. Sebelum kita menetukan bagaimana cara menentukan pH larutan penyangga tersebut kita harus terlebih dahulu mengidentifikasi komponen apa saja yang berada campuran.

 

Pada Tabung I berisi larutan CH3COOH dimana di dalam air akan terionisasi membentuk kesetimbangan sebagai berikut:

Dengan nilai Ka CH3COOH yang kecil maka jumlah ion CH3COO-
dan ion H+
sangat kecil jika dibandingkan dengan jumlah molekul CH3COOH.

Pada tabung II berisi larutan CH3COONa yang tergolong garam dan akan terurai sempurna didalam air membentuk ion-ionnya.

Pada tabung III yang merupakan campuran dari tabung I dan II merupakan larutan penyangga yang akan dihitung pH-nya. Nilai pH dapat dihitung dari konsentrasi H+ dari asam asetat. Sebelum kita menghitung konsentrasi H+ larutan maka perlu diidentifikasi terlebih dahulu komponen yang ada di dalam larutan. Perlu diingat bahwa di dalam larutan tersebut terjadi kesetimbangan sehingga nilai pH dapat dihitung berdasarkan konsep kesetimbangan yang pernah dipelajari pada Bab sebelumnya. Penghitungan pH Larutan Penyangga asam adalah sebagai berikut:

Jika ditinjau dari reaksi yang terjadi di dalam larutan penyangga, konsentrasi CH3COOH dapat dianggap tetap(seakan-akan tidak terjadi ionisasi) karena hanya sedikit CH3COOH yang terionisasi. Akibat dari hal tersebut, maka jumlah ion CH3COO- dapat dianggap hanya berasal dari garam CH3COONa (jumlah ion CH3COO
dari CH3COOH dapat diabaikan). Secara umum rumus untuk menghitung H+ dari larutan penyangga asam adalah sebagai berikut:

Contoh soal:

100 mL larutan CH3COOH 0,1 M dengan 100 mL larutan CH3OONa 0,1 M. K CH3OOH = 1,8 x 10-5. Hitung pH larutan penyangga tersebut!

Langkah awal yang harus dilakukan adalah menentukan mol asam lemah dan basa konjugasinya:

Mol CH3COOH     = M x V

= 0,1 mol/L x 0,1 L

= 0,01 mol

[CH3COOH]        = 0,01 mol/0,2 L = 0,05 M

Mol CH3OONa    = M x V

= 0,1 mol/L x 0,1 L

= 0,01 mol

Mol CH3OO- = Mol CH3OONa = 0,01 mol

[CH3COO-]        = 0,01 mol/0,2 L = 0,05 M

  1. Penghitungan pH Larutan Penyangga Basa

Larutan penyangga basa terdiri dari campuran basa lemah dan asam konjugasinya. Contohnya adalah campuran 100 ml larutan NH3 dan100 ml larutan NH4Cl. Sebelum kita menetukan bagaimana cara menentukan pH larutan penyangga tersebut kita harus terlebih dahulu mengidentifikasi komponen apa saja yang berada campuran.

Pada Tabung I berisi larutan NH3dimana di dalam air akan terionisasi membentuk kesetimbangan sebagai berikut:

Dengan nilai Kb NH3
yang kecil maka jumlah ion NH4+
dan ion OH-
sangat kecil jika dibandingkan dengan jumlah molekul NH3.

Pada tabung II berisi larutan NH4Cl yang tergolong garam dan akan terurai sempurna didalam air membentuk ion-ionnya.

Pada tabung III yang merupakan campuran dari tabung I dan II merupakan larutan penyangga yang akan dihitung pH-nya. Nilai pOH dapat dihitung dari konsentrasi OH- dari NH3. Sebelum kita menghitung konsentrasi OH- larutan maka perlu diidentifikasi terlebih dahulu komponen yang ada di dalam larutan. Perlu diingat bahwa di dalam larutan tersebut terjadi kesetimbangan sehingga nilai pOH dapat dihitung berdasarkan konsep kesetimbangan yang pernah dipelajari pada Bab sebelumnya. Penghitungan pOH Larutan Penyangga basa adalah sebagai berikut:

Jika ditinjau dari reaksi yang terjadi di dalam larutan penyangga, konsentrasi NH3
dapat dianggap tetap(seakan-akan tidak terjadi ionisasi) karena hanya sedikit NH3
yang terionisasi. Akibat dari hal tersebut, maka jumlah ion NH4+
dapat dianggap hanya berasal dari garam NH4Cl
(jumlah ion NH4+dari NH3
dapat diabaikan). Secara umum rumus untuk menghitung OH- dari larutan penyangga basa adalah sebagai berikut:

Contoh soal:

100 mL larutan NH3 0,1 M dalam air dengan 100 mL larutan NH4Cl 0,1 M. K NH3 = 1,8 x 10-5. Hitung pH larutan penyangga tersebut!

Langkah awal yang harus dilakukan adalah menentukan mol asam lemah dan basa konjugasinya:

Mol NH3    = M x V

        = 0,1 mol/L x 0,1 L

        = 0,01 mol

[NH3]        = 0,01 mol/0,2 L = 0,05 M

Mol NH4Cl    = M x V

        = 0,1 mol/L x 0,1 L

        = 0,01 mol

Mol NH4Cl = Mol NH4+ = 0,01 mol

[NH4+]        = 0,01 mol/0,2 L = 0,05 M

 
3 Komentar

Ditulis oleh pada 15 Januari 2012 in Uncategorized

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.