RSS

Hijau segar justru Berbahaya

10 Apr

Siapa yang tidak mengenal singkong, hamper semua rakyat Indonesia mengenal yang namanya singkong. Mulai dari sabang sampai merauke pasti mengenalnya. Hal ini karena singkong mudah tumbuh di tanah Indonesia yang tropis. Singkong dapat dimanfaatkan mulai dari umbi, batang, dan daunnya. Saya nggak akan bahas bagaimana manfaat singkong satu-satu karena pasti kawan-kawan lebih tahu dari aku:D.

Aku merupakan salah satu orang yang sangat suka sekali dengan yang namanya sayuran, tidak terkecuali sayur dari daun singkong. Warnanya yang hijau segar dan rasanya yang nikmat membuatku nggak akan melewati menu makanan ini jika tersedia di meja makanan. Berhubung sekarang aku sudah menjadi anak kost2n maka aku sering membeli matengnya di warung2 makanan yang biasa menjual lauk siap makan. Tapi sadarkah kita kalau sekarang ini banyak warung-warung makanan yang menyediakan sayur(terutama daun singkong) yang telah dimasak dengan boraks??

Aku sempat kaget ketika kemarin aku melihat tayangan investigasi di salah satu tv swasta nasional yang menyebutkan bahwa banyak penjual sayur yang sengaja menambahkan boraks untuk mendapatkan  sayur yang berwarna lebih hijau dan tahan lama. Tapi jangan kita menjadi takut untuk membeli sayur daun singkong di warung karena mendengar berita seperti itu, karena tidak semua warung melakukannya(baca- warung2 tertentu).

Sebelum kita membahas bagaiman sayur yang dimasak dengan boraks saya akan terlebih dahulu membahas apa yang dinamakan boraks itu. Mungkin adal kawan-kawan yang belum tahu. Boraks merupakan Kristal yang berwarna putih dan merupakan salah satu zat kimia yang digunakan untuk mengawetkan kayu, zat pembersih, dan membunuh kecoa. Kita bisa bayangkan bagaimana jika zat sepedrti itu masuk dalam tubuh kita secara terus menerus. Kecoa aja satu kali mati apalagi kita yang mengkonsumsi secara terus menerus???

Organ yang diserang saat kita menkonsumsi boraks adalah organ hati. Di dalam oragan tersebut nantinya boraks akan mengendap. Pemerintah sebenarnya telah melarang penggunaan boraks sebagai bahan makanan per Juli 1979, dan dimantapkan melalui SK Menteri Kesehatan RI No 733/Menkes/Per/IX/1988. Namun ironisnya ternyata penggunaan boraks masih terus saja berlanjut, mulai daru tahu, bakso, dan sekarang malah sayuran.

Kembali kepada sayur yang dimasak dengan boraks. Ciri-ciri sayur yang dimasak dengan boraks adalah. Warnanya yang hijau cerah tidak seperti sayur daun singkong yang warnan hijuanya akan pudar setelah dimasak. Sayur yang dimasak degan boraks gampang sobek dan lebih tahan lama, bisa bertahan lebih dari 1 hari, padahal umumnya sayur boraks hanya bertahan setengah hari. Untuk membuktikannya apakah benar sayur tersebut dimaska dengan boraks dapat digunakan uji kualitatif di laboratorium. Tapi nggak mungkin kan kita waktu mau beli makanan harus nguji sayurnya di laboratorium dulu(selak tutup warunge).

Tidak sulit bagi para pedagang untuk mendapatkan boraks, Karena banyak took-toko dipasar yang menjualnya. Dari investigasi acara tv kemarin harga 1 ons boraks hanya Rp 3000,00 dan dapat digunakan selama seminggu. Hmmmmm…. Murah dan gamapng banget kan?? Padahal mahasiswa di jurusanku kalau mau penelitian sangat sulit mencari zat-zat kimia, kalaupun ada pasti harganya mahal. Berarti harus banyak-banyak bertanya dengan pedagang makanan nih biar waktu penelitian  bisa cari zat-zay kimia yang murah dan mudah:D.

Setelah membaca artikel ini semoga kawan-kawan bisa waspada, tapi tidak takut kalau mau membeli makanan di warung. Kalau aku sih nggak mungkin takut, kalau takut mau makan apa saya di kostan:D. Akhirnya semoga bapak ibuk penjual makanan bisa sadar kalau kita juga manusia bukan kecoa yang harus diberantas dengan boraks. Amin…

 

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 10 April 2011 in kimia

 

Tag: ,

One response to “Hijau segar justru Berbahaya

  1. vanila

    25 Februari 2012 at 7:49 PM

    bener bgt..lg butuh boraks buat penelitian skripsi nih..pgn cari yg murah.huhuu

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: